Kisah Raja Bhutan yang Rela Menunggu Selama 14 Tahun Untuk Nikahi Seorang Wanita Jelata

0
49

BeritaGaya – Kisah Raja Bhutan yang Rela Menunggu Selama 14 Tahun Untuk Nikahi Seorang Wanita Jelata – Bhutan merupakan negara kecil yang terletak di ujung selatan Himalaya dengan populasi sekitar 800.000 orang.

Negara ini juga menjadi salah satu negara paling tertutup dengan kondisi perekonomian paling terbelakang di dunia.

Meski demikian mereka adalah bangsa yang jujur, sederhana dan damai.

Negara ini juga dikenal luas sebagai Shangri-La terakhir di bumi atau disebut sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia.

Selain itu, negara ini juga dipimpin oleh seorang raja yang sederhana dengan kisah cinta yang luar biasa.

Ia adalah Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, yang hanya menikahi 1 wanita dan wanita itupun dari rakyat biasa.

Padahal setidaknya raja-raja terdahulu memiliki istri paling tidak 4 orang. Hal tersebut karena perkawinan poligami adalah sesuatu yang legal di Bhutan.

Namun Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck berjanji tidak akan menikahi wanita lain.

Bahkan kisah cintanya yang dramatis ini bagaikan dongeng.

Kisahnya bermula ketika ia bertemu dengan seorang wanita dari rakyat biasa bernama Jetsun Pema.

Pada saat pertama kali bertemu Sang raja berusia 17 rahun sedangkan Jetsun Pema berusia 7 tahun.

Jetsun kecil berlari pada Raja Jingme Khesar dan menarik tangannya lalu berkata dengan kekanak-kanakan.

“Saya ingin ikut dengan Anda, saya ingin menikah dengan Anda.” ucap Jetsun Pema.

Sang Raja bingung dan bertanya:” Mengapa Anda ingin pergi dengan saya? Kamu punya banyak teman di sini.”

Tanpa ragu, Jetsun Pema kecil menjawab: “Aku menyukaimu.”

Melihat wajah polos Jetsun kecil, hati sang putra mahkota tersentuh, ia berjanji tidak akan mendekati wanita manapun dan akan menunggunya hingga dewasa.

Semenjak saat itu keduanya tidak pernah bertemu dan Jetsun Pema yang mulai beranjak dewasa menyadari apa yang dikatakananya sewaktu kecil.

Terlebih lagi ia juga tidak pernah tahu bahwa ia mengatkan hal itu pada seorang putra mahkota yang akan menjadi raja di Bhutan.

Meski Jetsun adalah wanita biasa sejatinya ia adalah wanita yang cerdas dan memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

Jetsun Pema yang berusia 16 tahun diterima di salah satu sekolah menengah terbaik di India.

Ketika berada di sana, ia belajar bahasa Inggris, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi, dan dan terbilang sebagai siswa yang pandai.

Setelah lulus SMA, dua tahun kemudian pada tahun 2008, ia memulai pendidikan tinggi di Regent’s College di London.

Selain fasih berbahasa Dzongkha, bahasa resmi Bhutan, ia juga fasih berbahasa Inggris dan Hindi.

Selain sebagai siswa berprestasi, Jetsun Pema juga keluar dengan minat dalam seni, fotografi, musik tradisional Bhutan, dll.

Hal itu serupa dengan Raja Jigme Singye Wangchuck pada waktu yang sama dengan Jetsun ia belajar di Boston University di Amerika Serikat dan Universitas Oxford di Inggris.

Keduanya adalah universitas yang sangat dihormati di dunia, pangeran lulus dengan hasil yang baik.

Setelah 14 tahun lamanya, Jetsun Pema yang berusia 21 dan Raja Jigme Singye Wangchuck yang berusia 31 tahun.

Mereka bertemu kembali dan saling jatuh cinta, sang raja yang telah menunggu untuk itu berjanji akan menikahinya.

Akhirnya mereka menikah pada tahun 2011, dan menggelar pernikahnnya dengan sederhana.

Bahkan setelah menikah pasangan Raja dan Jetsun Pema tidak melakukan bulan madu secara mewah.

Mereka melayani rakyat dengan cara sederhana, tinggal di rumah desa sederhana seperti penduduk setempat.

Kadang-kadang, ketika tidak ada akses jalan ke desa-desa terpencil, Jetsun Pema akan berjalan kaki dan dia tidak pernah mengeluh.

Leave a Reply