Dokter Hajar ART Dengan Martil, Gegara Balita Jatuh Dari Bangku

0
64

BeritaGaya – Dokter Hajar ART Dengan Martil, Gegara Balita Jatuh Dari Bangku – SIANTAR – Penyiksaan terhadap asisten rumah tangga terjadi di kompleks perumahan Griya Setia Negara, Jalan Lapangan Tembak, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (26/6/2018).

Seorang asisten rumah, Juliana ( 28 ) mendapatkan kekerasan fisixk oleh majikannya ,dokter ES.

Juliana saat  mengungkapkan dokter ES merupakan dokter di Puskesmas Bah Kapul itu memukulnya dengan menggunakan martil.

Juliana bercerita tindakan keji itu diterimanya pada Jumat (22/6/2018) saat sedang menjaga anak ke tiga ES. Namun FR anak bungsu ES tersebut terjatuh dari bangku.

“Majikan saya yang melihat anaknya jatuh langsung menendang saya. Kepalaku dibenturkan ke dinding,”ungkapnya di rumah warga yang tak jauh dari rumah ES.

Tak hanya itu, Juliana pun menerima siksaan yakni pemukulan menggunakan martil di area kepala dan punggung.

Juliana sempat meminta ampun. Namun, ES tetap mengahantam pukulan kepada Juliana.

“Habis aku dipukuli, aku bersihkan darahku yang berceceran di lantai pakai bajuku. Kubersihkan badanku, habis itu aku mandi,”ujarnya.

Setelah kejadian itu, Juliana kembali bekerja dengan keadaan memar. Lantas, warga yang melihat langsung terkejut. Juliana yang merupakan warga Tanjungbalai memberitahu kejadian ini ke keluarganya.

Juliana dn warga sempat datang ke Polres, tapi ditolak untuk lapor ke Polsek.

Ternyata, Juliana yang telah bekerja selama dua tahun di rumah ES kerap mendapatkan kekerasan fisik.

Juliana bekeja di keluarga tersangka karena lantaran dari tetangganya di Tanjungbalai.Hampir setiap hari mendapatkan kekerasan, mulai dari dipikul,ditendang, bahkan dilempar pakai bangku.

Bukan saja Es yang melakukan, tetapi suami ES yang bekerja di bannk juga ikut bertindak kejam.

Di tempat yang sama, Faisal, adik Juliana menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini.Mereka sudah lapor di Polres

Selain itu, Roy Simangunsong penasihat hukum Juliana menjelaskan, laporan pengaduan mereka sudah diterima secara resmi pada Senin (25/6) malam.

“Yang kami laporkan istrinya saja (Erika), nggak ikut suaminya,” ungkap Roy.
Roy membeberkan, dalam laporan pengaduan itu, polisi menjerat Erika sebagai terlapor dengan Pasal 351 KUHPidana Tentang Penganiayaan.

“Tapi ketika sudah diselidiki dan dikembangkan, bisa saja pasalnya itu berubah. Itu masih pasal awal. Karena kasus ini pun dilimpahkan ke PPA,”katanya.

Ditanya mengenai jalur perdamaian, Roy menegaskan bahwa hal itu kembali ke korban.Jika terlapor meminta damai, itu tergantung dengan korban.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Hasiholan Sinambela mengaku sudah menerima laporan dari Juliana. Ia mengatakan saat ini tengah ditangani bidang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Leave a Reply