Ngaku Bawa Bom, Penumpang Lion Air Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

0
113

Berita Gaya.com – Jakarta– Frantinus Sigiri (26), penumpang maskapai penerbangan Lion Air terpaksa berurusan dengan petugas Avsec Bandara Supadio Pontianak lantaran bercanda di luar batas dan tidak pada tempatnya, Senin (28/5). Frantinus diamankan usai bercanda membawa bom ke dalam kabin pesawat. Akibat ulahnya tersebut, penumpang lain yang berada di dalam pesawat menjadi panik dan berhamburan keluar melalui jendela darurat.

Peristiwa yang membuat panik para penumpang pesawat terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT687 rute Pontianak-Jakarta. Kala itu, Frantinus menyatakan kepada seorang pramugari Lion Air yang tengah bertugas bahwa barang bawaan yang diletakannya di kabin pesawat adalah bom. Seketika itu, penumpang yang tak sengaja mendengar pernyataan Frantinus langsung panik disusul penumpang lainnya.

“Jadi candaan bom itu disampaikan penumpang itu (Frantinus Sigiri) ke Pramugari. Ada penumpang lain yang dengar, kalau ada barang berbahaya di dalam kabin,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Nanang Purnomo, Senin (28/5) malam.

Lantaran panik, penumpang Lion Air yang sudah berada di dalam pesawat bergegas membuka jendela darurat dan berhamburan keluar. Sebagian penumpang yang panik lantas nekat melompat dari atas pesawat melalui bagian sayap hingga jatuh dan terluka. Akibatnya, delapan orang penumpang terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat dari Bandara Supadio.

“Luka-luka itu karena penumpang melompat dari sayap,” ungkap Nanang.

Frantinus pun langsung dibawa ke ruang Avsec Bandara Supadio untuk menjalani pemeriksaan. Selanjutnya, Petugas Avsec menyisir kabin pesawat secara menyeluruh. Namun, tidak ada satu pun barang berupa bom seperti yang diungkapkan Frantinus yang ditemukan.

Setelah sempat diperiksa di ruang Avsec Bandara Supadio Pontianak, Frantinus kini diamankan di Polresta Pontianak. Tindakan Frantinus jelas melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, tindakan menyampaikan informasi palsu yang membahayakan penerbangan ialah terlarang. Akibatnya, Frantinus yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka terancam hukuman 8 tahun penjara.

“Pelaku diancam dengan Pasal 437 (2) UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Selasa (29/5).

Leave a Reply