Bikin Geger! Siswi SMP Dihamili Kekasihnya yang Masih SD

0
209

Berita Gaya.com – Jakarta– Kehamilan seorang siswi SMP di daerah Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini mengegerkan warga. Pasalnya, sosok yang menghamili gadis di bawah umur tersebut masih berstatus siswa SD kelas V.

Hubungan terlarang dua bocah ingusan yang masih di bawah umur itu diawali ketika keduanya berkenalan di tempat wisata Pantai Gemah, Februari 2017 lalu. Keduanya lantas menjalin hubungan pacaran layaknya orang dewasa. Mereka pacaran hingga kebablasan. HEM (laki-laki) mengajak DEN (wanita) berhubungan badan di rumah kosong milik orangtua HEM pada November 2017. Hubungan badan itu dilakukan berulang-ulang, terakhir pada Maret 2018 lalu.

Baca Juga: Lecehkan Manokwari, Lucinta Luna Dituntut Denda Adat Sebesar Rp 100 Miliar

Pada Jumat, 18 Mei 2018, DEN mengeluh sakit lalu dibawa keluarganya ke Pusat Kesehatan Masyarakat untuk diperiksa. Saat itulah, terungkap fakta mengejutkan bahwa DEN tengah hamil. Lebih mengejutkannya, usia kandungan DEN ternyata sudah enam bulan.

Meski berstatus siswa kelas SD kelas V, HEM sendiri siketahui telah berumur 13 tahun. Adapun pendidikannya yang masih duduk di bangku SD lantaran dirinya sempat beberapa kali tidak naik kelas. Atas kehamilan yang menimpa DEN, keluarga kedua belah pihak sebenarnya sepakat untuk menikahkan keduanya. Namun pihak kantor urusan agama (KUA) setempat menolak dengan alasan calon mempelai pria maupun wanita masih di bawah umur.

Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung juga sudah menemui orang tua kedua bocah tersebut. Meski demikian, belum ada solusi terbaik untuk penyelesaian kasus tersebut.

“Kami upayakan ada solusi lanjutan terkait pemenuhan hak kedua anak-anak itu. Termasuk hak bayi yang sedang dikandung agar tetap selamat sampai lahir,” kata Kepala ULT PSAI Tulungagung, Sunarto dikonfirmasi di Malang, Rabu, 23 Mei 2018.

“Usia kandungan DEN sendiri termasuk rentan gangguan kesehatan. Karenanya akses kesehatan untuknya harus tetap terpenuhi. Keluarga dan bidan desa harus bersama-sama menjaga kandungan DEN tetap sehat. Agar anak dalam kandungan itu bisa lahir dengan selamat,” tutur Sunarto.

Pendidikan untuk HEM dan DEN juga menjadi persoalan. Mengingat keduanya masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Kedua bocah ingusan itu dipastikan mengalami beban psikologis saat bersekolah. Oleh karenanya, keduanya bisa melanjutkan pendidikannya melalui kejar paket C sebagai satu alternatif.

Leave a Reply