Tak Bersimpatik dan Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Kepsek Wanita Ini Diciduk Polisi

0
63

Berita Gaya.com – Jakarta– Di tengah duka masyarakat Indonesia atas sejumlah bom bunuh diri yang menelan banyak korban jiwa, masih saja ada oknum yang menanggap peristiwa tersebut sebagai pengalihan isu. Hal tersebut salah satunya dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah SMP di Pontianak bernama Fitri Septiani Alhinduan. Lewat akun Facebook pribadinya, secara sengaja FSA memposting status yang tidak memperlihatkan rasa simpatik kepada para korban bom Surabaya melainkan cenderung provokatif.

Melalui akun Facebook dengan nama Fitri Septiani Alhinduan, FSA menulis status analisisnya bahwa tragedi bom Surabaya adalah rekayasa pemerintah.

“Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong… Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!” tulis FSA.

Tak cukup dengan statusnya itu, FSA kembali berulah dengan memposting status lanjutan. FSA menuliskan jika tragedi Surabaya sebuah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah. Tulisan FSA tersebut jelas sekali mengarah kepada hal bernada memprovokasi.

“Bukannya ‘terorisnya’ sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua,” tulis FSA.

Lantaran unggahan status di akun Facebook pribadinya tersebut dianggap cukup meresahkan, pihak Kepolisian langsung bertindak tegas dengan menciduk FSA.

Baca Juga: Detik-detik Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya Terekam CCTV, 1 Anggota Pelaku Masih Hidup

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Nanang Purnomo membenarkan bahwa FSA telah diamankan dari sebuah rumah kos, Jl Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

“Ya, benar. Kami amankan yang bersangkutan,” ujar Nanang, ketika konfirmasi, Senin (14/5/2018).

Hingga kini, pelaku masih dimintai keterangan oleh polisi dan belum ditetapkam sebagai tersangka. Diamankan pula barang bukti berupa satu unit telepon genggam yang diduga sebagai alat untuk memposting oleh polisi.

“Kasusnya akan ditangani Polda Kalbar. Yang bersangkutan belum ditahan. Masih dimintai keterangan. Statusnya belum TSK (tersangka),” kata Nanang.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, isu yang menyebut adanya pengalihan isu di balik peristiwa teror bom di Surabaya, adalah tidak benar atau hoax.

Leave a Reply