Detik-detik Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya Terekam CCTV, 1 Anggota Pelaku Masih Hidup

0
76

Berita Gaya.com – Jakarta– Teror bom di Indonesia belum juga surut. Kali ini giliran Mapolrestabes Surabaya yang menjadi sasaran serangan. Ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya terjadi pada Senin (14/5/2018), sekitar pukul 08.50 WIB. Detik-detik meledaknya bom sempat terekam CCTV di lokasi kejadian.

Melalui rekaman CCTV pada sekitar pukul 08.50 WIB, para pelaku bom bunuh diri terlihat mengendarai sepeda motor untuk masuk Mapolres Surabaya. Para pelaku sempat dihadang petugas sebelum masuk Mapolres Surabaya. Saat itu, satu unit mobil juga tengah berhenti di pos pemeriksaan. Sedangkan, 2 sepeda motor yang dikendarai para pelaku berada di sebelah kiri mobil. Tiba-tiba terjadi ledakan dari salah satu sepeda motor yang mengantre masuk Mapolres tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi, pelaku pengeboman merupakan satu keluarga yang terdiri dari 5 anggota. Adapun salah satu anggota keluarga para pelaku berinisial Ais (8) berhasil selamat setelah terpental dari motor. Ais yang mengalami beberapa luka lantas dirujuk ke RS PHJ.

Sementara itu laporan terkini, titik lokasi ledakan masih dijaga ketat. Pengunjung dilarang masuk dalam radius 200 meter, dan lokasi di dibatasi garis polisi. Sejumlah perawat, lima mobil ambulans, dan satu mobil pemadam kebakaran serta awak media juga dilarang memasuki titik lokasi ledakan. Sebab Mapolres belum dinyatakan aman.

Baca Juga: Kembali Terjadi! Bom Meledak di Rusun Sidoarjo, 3 Orang Dipastikan Tewas

Terkait insiden bom bunuh diri di Mapolres Surabaya tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim  Kombes Pol Frans Barung Mangera.

“Telah terjadi ledakan di tempat kejadian perkara (TKP) Polrestabes Surabaya pukul 08,50,” kata Frans.

Frans mengatakan pihak Polda Jatim dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo akan mendatangi TKP tersebut. Sementara itu, Frans juga memastikan ada korban dari anggota kepolisian. Namun ia tak menyebutkan secara gamblang apakah korban hanya mengalami luka atau tewas.

“Apakah itu meninggal dunia atau luka-luka, kami meminta rekan-rekan media menunggu,” lanjutnya.

Leave a Reply