Lahirkan Bayi di Toilet Saat Tes SBMPTN, Peserta Wanita Ini Dinyatakan Gugur

0
113

Berita Gaya.com – Jakarta– Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di toilet toilet di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, saat tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berlangsung. Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan, Suri (41), warga Kampung Nipa-nipa Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (8/5/2018).

Berdasarkan pengakuan Suri, mulanya ia mendengar suara tangisan bayi dari dalam kamar mandi Fakultas Bahasa. Meski awalnya merasa takut, ia kemudian mencari sumber suara tangisan tersebut. Setelah beberapa saat mencari, Suri akhirnya berhasil menemukan bayi malang itu di dalam tangki air kloset duduk yang berada di Fakultas Bahasa Universitas Hasanuddin.

“Saya sempat cari di bak air kamar mandi, tapi tidak ada. Ternyata, bayi itu ada di dalam bak (tangki) air kloset,” jelasnya.

Suri lalu menggendong bayi berjenis kelamin laki-laki itu keluar toilet sambil meminta bantuan kepada pihak keamanan kampus.

“Saya gendong keluar, masih ada ari-arinya. Lalu saya telepon pihak kampus,” ucapnya.

Penemuan bayi saat ribuan peserta tengah menjalani tes SBMPTN itu pun membuat heboh. Bayi laki-laki dengan berat 1,4 kilogram lantas dibawa menggunakan ambulans menuju Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Pendidikan Unhas untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara itu, siapa ibu bayi laki-laki itu pun langsung diselidiki oleh pihak kepolisian.

Melalui keterangan yang diperoleh dari Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman, diketahuilah seorang wanita peserta SBMPTN berinisial IR (18) yang merujuk sebagai si ibu bayi. Menurut Ishaq, sebelumnya IR kedapatan oleh petugas SBMPTN tiga kali keluar masuk dalam toilet dengan kondisi meringis dan pucat. Saat itu, ujian di ruang Pusat Bahasa sudah berlangsung sekitar 30 menit.

“Dia ke toilet bolak-balik tiga kali. Yang ketiga kalinya tinggal agak lama, kurang lebih setengah jam,” ujar Ishaq.

Baca Juga: Sadis! Cemburu Buta, Gadis 16 Tahun Dibakar Hidup-hidup

Setelah itu, petugas tidak memperbolehkannya kembali ke dalam ruangan saat SBMPTN masuk sesi kedua.

“IR yang kondisi meringis kesakitan dan wajahnya pucat, petugas SBMPTN pun tidak membiarkan masuk ke dalam ruang ujian. Apalagi pada pakaian IF terdapat bercak darah dan dalam kondisi basah. Karena petugas lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta SBMPTN. IF pun dianjurkan diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang telah disediakan,” katanya.

IR pun lantas dibawa ke RS untuk memperoleh perawatan. Sementara itu, IR dipastikan tidak lolos tes seleksi SBMPTN. Keputusan tidak lolos tersebut bukan lantaran ia diketahui melahirkan saat tes tengah berlangsung, melainkan karena IR tidak dapat menyelesaikan satu tes SBMPTN. IR yang mendapat perawatan usai melahirkan tidak dapat menyelesaikan tes yang tengah dijalaninya saat itu, sehingga ia gugur.

 

Leave a Reply