Geger Video Anggota Polisi Tampar Wanita Hingga Pingsan, Begini Kronologi Sebenarnya

0
137

Berita Gaya.com – Jakarta– Sebuah video aksi penamparan yang dilakukan seorang anggota kepolisian Bripka Riyanto terhadap seorang wanita viral di jagad maya. Banyak yang mengecam perbuatan anggota polisi tersebut lantaran beragam pemberitaan yang simpang siur. Namun, siapa sangka jika anggota polisi yang melakukan penamparan itu adalah saudara dari wanita yang ditampar itu sendiri.

Awal mula viralnya video penamparan yang dilakukan Bripka Riyanto di medis sosial lantaran diunggah oleh akun facebook Eris Riswandi pada hari Rabu (2/5/18) dini hari. Setidaknya, postingan tersebut telah mendapatkan lebih dari 2.300 tanggapan. Dalam unggahan tersebut, akun juga membubuhkan caption bahwa video tersebut diambil di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada hari Selasa (1/5/18). Sayangnya, tidak diberikan informasi jelas terkait kronologis sebenarnya dalam postingan tersebut. Sehingga menimbulkan beragam asumsi dan kesimpang siuran.

Tak hanya media lokal saja yang memberitakan aksi penamparan Bripka Riyanto, beberapa akun gosip pun seperti @lambe_turah turut memberitakan. Bahkan, akun gosip @lambe_turah turut memposting keterangan yang menyebutkan sejatinya wanita yang ditampar Briipka Priyanto adalah saudaranya sendiri yang mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga: Unggahan Foto dengan Suami Dianggap Vulgar, Dewi Persik Dihujat Netizen

Sosok Bripka Riyanto pun langsung diburu wartawan untuk dimintai keterangan langsung. Hal tersebut guna mengungkap kebenaran dari video yang terlanjur viral di media sosial. Usai ditemui wartawan, Bripka Riyanto pun membenarkan kejadian dalam video tersebut.

“Saya kan ikut ngepam di situ, tahu keponakan Sulastri itu kan naik (panggung) pakai baju tidur nggak sopan. Saya kan malu, saya kasih turun nggak mau, marah-marah, saya turunkan terus saya pukul,” kata Bripka Riyanto, Rabu (2/5/18).

Bripka Riyanto juga menjelaskan, awal mula kejadian tersebut. Ia saat itu sedang bertugas pengamanan pentas organ tunggal di desanya sendiri. Saat itu pula ia melihat keponakannya dalam kondisi mabuk langsung naik ke atas panggung dengan hanya mengenakan baju tidur.

“Posisi mabuk, itu dia pura-pura pingsan (setelah dipukul), cuma sekali saya nampar. Yang nangis itu memang anaknya, terus pulang saya gendong, saya antar ke orang tuanya Sulastri. Orang tuanya juga sering diancam akan dibunuh itu (Sulastri), ya sangat meresahkan,” katanya.

Sementara atas tindakannya itu, Bripka Riyanto terancam sanksi kedisiplinan dari pihak kepolisian. Sebab, dalam bertugas personel kepolisian tidak diperbolehkan melakukan tindakan tersebut baik dengan anggota keluarga sendiri ataupun warga sipil.

Leave a Reply