Demo Anarkis Mahasiswa Hingga Ancam Bunuh Sultan HB X Yogyakarta, Polisi Tindak Tegas Para Pelaku

0
65

Berita Gaya.com – Jakarta– Demontrasi yang tadinya digunakan sebagai bentuk kebebasan mengemukakan pendapat dan kritikan kian hari kian berubah maknanya. Demonstrasi malah kerap dijadikan ajang untuk berbuat anarkis dan merusak fasilitas negara. Seperti aksi demo yang dilakukan ratusan mahasiswa di simpang tiga depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga mengancam Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (1/5/2018) lalu.

Baca Juga: Geger Video Anggota Polisi Tampar Wanita Hingga Pingsan, Begini Kronologi Sebenarnya

1 Mei atau yang biasa disebut “May Day” merupakan peringatan Hari Buruh Sedunia. Memanfaatkan moment tersebut, banyak aksi demo digelar disejumlah tempat guna menuntut keadilan bagi para buruh kepada kepala negara. Mirisnya, tidak semua aksi demo yang berlangsung 1 Mei 2018 lalu benar-benar mewakili harapan para buruh. Seperti aksi demo anarkis yang dilakukan ratusan mahasiswa di simpang tiga depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aksi demo tersebut diwarnai sejumlah lemparan bom molotov ke pos polantas, perusakan rambu lalu lintas, dan bentrok dengan warga.

Aksi demo mahasiswa di simpang tiga depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta benar-benar tak terkendali. Mahasiswa begitu bringas ketika menyorakan aspirasinya. Tak hanya hanya aksi anarkis dan pengerusakan, muncul pula coretan cat bernada provokasi yang mengancam Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Belum diketahui persis siapa yang membuat tulisan itu. Tulisan menggunakan cat merah itu berada di salah satu tembok pagar kampus UIN Sunan Kalijaga.

Coretan-coretan bernada mengancam nyawa Sri Sultan Hamengku Buwono X sontak saja membuat warga Yogyakarta khususnya merasa tersinggung. Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas para pelaku yang telah melakukan demo anarkis serta membuat coretan tersebut. Pihak kepolisian yang mendapat beragam laporan dari warga Yogyakarta pun bertindak cepat dengan memburu para pelaku.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofri menyatakan, sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka perusak pos polisi di simpang tiga depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Polisi masih menyelidiki kebenaran ketiganya yang mengaku sebagai mahasiswa. Sementara itu, untuk pelaku penulis “bunuh sultan” di tembok dekat area demo hingga kini masih terus diburu kepolisian.

Leave a Reply