Viral Video Anak Dipaksa Siram Tubuh dengan Oli Bekas, Begini Kejadian Sebenarnya

0
109

Berita Gaya.com – Jakarta– Video seorang anak laki-laki dipaksa mengguyur tubuhnya dengan oli bekas viral di media sosial. Belakangan, warganet mengecam oknum yang memaksa anak tersebut mengguyur tubuhnya dengan oli bekas sekalipun tindakan tersebut diduga dilakukan lantaran sang anak ketahuan mencuri.

Anak laki-laki yang dipaksa mengguyur tubuhnya dengan oli diketahui berinisial LF (14) yang masih duduk dibangku kelas VII. LF sendir belakangan diketahui adalah seorang anak yatim piatu sejak 2015 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Azi Solihin (29), kerabat LF dari Dusun Banyeman, Desa Bangunkerto, Desa Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Azi mengungkapkan bahwa orang tua LF meninggal dalam waktu yang berdekatan. Sontak saja, warganet yang tahu LF seorang anak yatim piatu mengecam oknum yang memaksanya mengguyur tubuh dengan oli bekas.

Baca Juga: Hujan Lebat, Lion Air JT 892 Rute Makassar-Gorontalo Tergelincir

Arief Alfian (37), seorang pemilik sebuah bengkel motor di Turi, Sleman, Yogyakarta, adalah oknum dibalik video LF mengguyur tubuh dengan oli bekas. Arief memergoki LF mencuri onderdil sepeda motor di bengkel miliknya sehingga LF dihukum mengguyur tubuh dengan oli bekas. Tahu bahwa video LF menjadi viral sedang dirinya banyak dikecam warganet, Arief pun langsung meminta maaf. Arief mengaku, awalnya hanya ingin memberi pelajaran supaya anak berinisial LF itu tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Niat saya hanya agar anak ini kapok, masa depannya kan masih panjang. Tidak ada niatan apa-apa selain agar jera, saya juga tidak tahu kalau anak itu yatim piatu,” ungkapnya, Senin (30/4/2018).

Arief pun menyampaikan permintaan maafnya atas apa yang dilakukannya. Dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak benar meskipun niatnya untuk mendidik.

“Dengan ketulusan hati meminta maaf. Ya saya ada rencana untuk bersilahturahmi kesana dan memberikan satunan,” tuturnya.

Selain itu, menurut Sehadi Utomo, Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, sekaligus paman Arief,  juga menuturkan bahwa tindakan menyiram tubuh dengan oli dilakukan berdasarkan pilihan LF sendiri. Sehadi menuturkan, usai Arief memergoki LF mencuri ia lalu memberikan pilihan kepada LF untuk membawa orangtuanya ke bengkel atau mengguyur kepala dengan oli.

“Diberi pilihan. Si anak bilang jangan sampai orangtuanya tahu. Terus dia milih mengguyur kepala dengan oli bekas,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, guru dan wali LF datang ke bengkel milik Arief. Mereka datang menyampaikan permintaan maaf dan menceritakan bahwa anak ini sudah tidak punya orangtua.

“Mereka datang meminta maaf dan bercerita bahwa anak ini sudah tidak punya orangtua. Kami benar-benar terkejut,” tutur Sehadi.

Leave a Reply