Viral! Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Jokowi, Ternyata Ini yang Diminta Para Petinggi Alumni 212

0
47

Berita Gaya.com – Jakarta– Foto pertemuan empat mata antara Presiden Joko Widodo dengan sejumlah petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI menjadi viral di sosial media. Pertemuan yang dilakukan di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/4) lalu itu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai hal yang dibicirakan.

Sejumlah petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI yang semula terlihat beringas melakukan beberapa aksi sebagai wujud kontra akan pemerintahan Jokowi mendadak melunak. Seolah mencari perlindunga, para petinggi forum tersebut menemui Presiden Jokowi guna membahas persoalan krimininalisasi ulama. Hal tersebut mengingat banyaknya beberapa nama besar ulama alumni 212 yang terlibat kasus kriminal saat ini.

Baca Juga: Diramal Buruk Oleh Mbah Mijan, Ruben Onsu Murka

Adapun beberapa nama petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI yang berhasil bertemu dengan Presiden Jokowi, yakni Abah Rauf, Slamet Maarif, Al Khaththath, Usamah Hisyam, Sobri Lubis, dan Yusuf. Padahal, sejumlah nama tersebut merupakan orang-orang yang selama ini kerap menjadi motor penggerak massa untuk mengkritik Jokowi. Misalnya, Slamet Maarif sebagai Ketua PA 212, dan Al Khathath yang menjabat sebagai Sekjen GNPF Ulama merangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang pernah menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi terindikasi dengan fobia Islam.

“Alumni 212, merasakan tiga tahun pemerintah sekarang tidak terlalu ramah dengan umat Islam, bahkan, kami rasakan semakin lama semakin menggigit,” kata Slamet dalam pidatonya di Reuni Akbar Alumni 212, Sabtu (2/12/2017).

Al Khathath bahkan sempat diciduk kepolisian lantaran diduga berencana melakukan upaya makar terhadap pemerintahan Jokowi. Entah lupa atau sengaja tak mengingat peristiwa tersebut, kini nama-nama petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI justru mendekat ke Presiden Jokowi untuk meminta perlindungan terhadap para ulama.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia, Usamah mengaku bahwa telah ada pertemuan empat mata antara dirinya dan Presiden Jokowi sebelum terjadi pertemuan antara petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI. Pertemuan empat mata itu berlangsung pada sore hari, pada 19 April 2018. Dalam pertemuan empat mata itu, Usamah menekankan kepada Presiden bahwa agenda pertemuan selanjutnya menjadi penting untuk menghindari miskomunikasi ulama dan aktivis 212 dengan Presiden. Ia pun berharap agar Presiden Jokowi bisa menghentikan aparat hukum untuk melakukan kriminalisasi.

“Karena penanggungjawabnya (atas aparat hukum) Presiden. Oleh sebab itu, harus ada political will terkait masalah kriminalisasi ini,” ujar Usamah.

Setelah pertemuan personal itu selesai, kata dia, Presiden mendiskusikan terlebih dulu dengan sebuah tim kecil. Malamnya, Usamah menerima konfirmasi dari Istana bahwa pertemuan akan dilakukan pada Minggu (22/4/2018) di Istana Bogor. Di sisi lain, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Martak mengungkapkan, pertemuan itu juga membahas adanya ketidakadilan dalam proses hukum terhadap para ulama dan aktivis 212.

Dalam pertemuan itu, para tamu yang hadir tidak diperkenankan membawa alat komunikasi. Sementara itu, kata dia, Presiden Jokowi juga meminta seorang fotografer untuk menghentikan proses dokumentasi agar pembicaraan berlangsung kondusif. Selain itu, tidak ada wartawan Istana Kepresidenan yang meliput pertemuan tersebut. Sehingga pertemuan terkesan dilakukan secara tertutup.

Leave a Reply