Film ‘Benyamin Biang Kerok’ Tak Laris di Pasaran, Penulis Cerita Asli dan Pihak Produksi Saling Gugat Miliaran Rupiah

0
110

Berita Gaya.com – Jakarta– Film ‘Benyamin Biang Kerok’ yang tayang pada Maret 2018 lalu rupanya menuai banyak kontroversi. Film yang diperankan oleh Reza Rahardian itu mendapat berbagai kritikan dati penontonnya dan digugat oleh penulis cerita asli film tersebut.

Syamsul Fuad, penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok (1972) melalui tim kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat terhadap Falcon Pictures dan Max Pictures pada 5 Maret 2018 lalu. Dalam gugatannya, Syamsul menuding tergugat telah melakukan pelanggaran hak cipta atas cerita Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung. Syamsul menuntut ganti rugi materiil Rp 1 miliar untuk harga penjualan hak cipta film Benyamin Biang Kerok yang tayang 1 Maret 2018 lalu.

Selain itu, Syamsul menuntut royalti penjualan tiket film tersebut senilai Rp 1.000 per tiket. Tak cuma itu, ia juga menggugat para tergugat untuk membayar ganti rugi immateril sebesar Rp 10 miliar yang mencakup kerugian akan hak moralnya sebagai pencipta atau pemegang hak cipta cerita Benyamin Biang Kerok. Terakhir, Syamsul meminta para tergugat melakukan permohonan maaf kepadanya dan klarifikasi melalui media massa terhadap masyarakat atas pelanggaran hak cipta tersebut.

Baca Juga: Viral! Video Oknum Guru Tampar Muridnya Tersebar Luas, Begini Klarifikasi Pelaku

Namun, belum juga usai masalah gugatan yang diajukan pihak Syamsul ke terhadap Falcon Pictures dan Max Pictures, dirinya justru digugat balik. Ody Mulya selaku pihak Max Pictures berbalik dan melaporkan Syamsul Fuad atas dugaan menggiring opini negatif sehingga menimbulkan kerugian dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap film “Benyamin Biang Kerok” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo tersebut.

Max Pictures menggugat Syamsul Fuad dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 50 miliar. Pihak penggugat merasa dirugikan secara materiil sebesar Rp 35 miliar dan secara imateriil sebesar Rp 15 miliar.

“Bukan gugat balik, ya. Mereka mengajukan gugatan secara perdata. Mereka sudah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam gugatannya, mereka merasa ada pembentukan opini negatif oleh Pak Syamsul bahwa penggugat seolah-olah telah lakukan pelanggaran hak cipta dan ini berimbas kepada penjualan tiket yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Mereka berharap bisa mendapatkan penonton lebih banyak jika tidak ada gugatan itu,” ungkap Bakhtiar Yusuf selaku kuasa hukum Syamsul Fuad saat dihubungi sejumlah media, Rabu (18/4) lalu.

Leave a Reply