Miris! Sepasang Santri di Salatiga Terekam CCTV Tengah Berhubungan Intim di dalam Masjid dan Lap Sperma dengan Mukena

0
265

Berita Gaya.com – Jakarta– Sepasang muda mudi santri yang berstatus bukan suami istri terekam CCTV tengah berhubungan intim di dalam Masjid At Taqwa, Tuntang, Salatiga. Akibat perbuatannya, dua sejoli itu yakni MWJ (22) warga Bandungan, Semarang dan FM (23) warga Purwodadi, Grobogan digelandang ke Polres Semarang.

Perbuatan mesum kedua pasangan yang tengah dimabuk asmara tersebut pertama kali dilakukan Senin (9/4/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian pukul 12.30 WIB, keduanya datang lagi ke kompleks masjid dan saat ditanya menjawab hanya melihat-lihat saja,” ujar Ketua RT 02/01 Sraten, Suparno yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan masjid tersebut, Jumat (13/4/2018).

MWJ dan FM diketahui masih berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Salatiga. Selain itu, keduanya juga santri di pondok pesantren Sraten dan pondok pesantren Gedangan, Tuntang. Usai melakukan aksi mesumnya di hari Senin, keduanya kembali mendatangi lokasi masjid di hari Jumat berikutnya.

“Jumat pagi, pasangan mesum itu kembali datang ke kompleks masjid dan sempat menemui saya tanya ini-itu. Kemudian, pasangan itu masuk dalam masjid untuk merusak CCTV di dalam masjid dengan cara bertumpuan dengan kotak infaq lalu memukul CCTV,” lanjut Suparno menjelaskan.

Baca Juga: Kurus dan Penuh Luka, Begini Kondisi Memprihatinkan Jupiter Fourtissimo di dalam Penjara

Namun, keduanya tak menyadari jika CCTV tetap bisa merekam meskipun telah dirusak. Rekaman inilah yang membuat warga geram dan akhirnya mengejar kedua pasangan mesum tersebut hingga ke daerah Krenceng, Kecandran, Kota Salatiga.

Parahnya lagi, tak hanya berhubungan intim keduanya juga menyimpan kondom bekas yang mereka gunakan di bawah lemari masjid dan mengelap sisa sperma menggunakan mukena. Hal inilah yang membuat warga sekitar geram. Beruntung mereka tidak dihakimi warga, pasangan muda mudi ini pun akhirnya diamankan ke Polsek Tuntang dan diserahkan ke Polres Semarang.

Tak hanya keduanya, pemilik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH Matori Mansyur tempat MJW menempuh ilmu pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Matori mengaku tidak menyangka jika santrinya dapat melakukan hal memalukan tersebut. Selama ini, MJW selalu dikenal sebagai santri yang baik dan sopan serta santun.

“MWJ itu anaknya baik, santun, sopan bahkan jika salat selalu berada di barisan paling depan. Kadang juga mengimami santri lainnya. Dengan adanya kasus mesum di dalam masjid itu, terus terang saya tidak menduga. Apakah MWJ sudah gelap mata, sehingga tidak dapat menjaga nafsunya,” tuturnya.

Karena kasus ini, MJW akhirnya dikeluarkan karena telah mencoreng nama baik pondok pesantren. Sementara Unit PPA Polres Semarang masih terus melakukan penyidikan terkait kasus mesum tersebut.

Leave a Reply