Pramugari Tumpahkan Air Panas ke Penumpang, Garuda Digugat 11,25 Miliar

0
103

Berita Gaya.com – Jakarta– PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) digugat membayar uang ganti rugi senilai 11,25 miliar rupiah oleh salah satu penumpangnya, yaitu B.R.A Kosmariam Djatikusomo. Gugatan tersebut dilakukan atas insiden kelalaian salah satu pramugari Garuda yang menumpahkan air panas ke tubuh Kosmariam.

“Iya baru saja hari ini, Rabu (11/4) didaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST, atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan Garuda,” kata David Tobing selaku kuasa hukum Kosmariam, Rabu (11/4).

David menjelaskan gugatan tersebut diajukan lantaran adanya insiden yang menimpa kliennya dalam penerbangan GA-264 rute Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari-Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Insiden terjadi ketika pramugari Garuda sedang memberikan makanan kepada penumpang (Meal and Beverage Serving), dan menumpahkan dua gelas air panas ke tubuh Kosmariam sehingga mengakibatkannya mengalami cacat tetap.

“Kami menilai pramugari Garuda lalai, karena para pramugari yang menyediakan makanan sedang ngobrol satu sama lain, sehingga menumpahkan air panas,” jelas David.

David mengategorikan cacat tetap yang dialami kliennya mengacu ketentuan Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara. Di mana dalam pasal tersebut disebutkan bahwa cacat tetap adalah kehilangan atau menyebabkan tidak berfungsinya adalah salah satu anggota badan atau yang mempengaruhi aktivitas secara normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata, termasuk dalam pengertian cacat tetap adalah cacat mental. karenanya, dalam gugatan yang diajukan kliennya meminta ganti rugi senilai Rp 1,25 miliar atas kerugian material, dan senilai Rp 10 miliar atas ganti rugi imaterial.

Tak hanya terkait kelalaian, David juga menyayangkan tindakan Garuda yang dinilai tak kooperatif usai kejadian yang menimpa kliennya. Ia menuturkan jika selama 1,5 bulan setelah insiden, Kosmariam tak pernah lagi dihubungi Garuda.

“Ketika kejadian penanganannya juga minim, penggugat hanya diberikan salep, setelah tiba di tujuan memang langsung dibawa ke rumah sakit. Hanya saja selama 1,5 bulan pasca kejadian Garuda tak pernah menghubungi lagi,” sambungnya.

Leave a Reply