Miris! 18 Tahun Jadi TKI di London Tanpa Kabar, Parinah Dipulangkan Tanpa Bawa Uang

0
62

Berita Gaya.com – Jakarta– Hilang selama 18 tahun seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Parinah (50) akhirnya ditemukan di Inggris. Pada 5 April 2018 lalu, atas permintaan KBRI London, kepolisian setempat berhasil mengeluarkan Parinah dari rumah majikannya di Brighton, Inggris untuk kemudian dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Penempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyumas Agus Widodo  mengatakan, kasus ini akhirnya terbongkar setelah anak korban, Parsin (33), melapor pada 29 Januari 2018 terkait keadaan ibunya. Parsin bersama adiknya melapor ke Badan Pos Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP4TKI) Cilacap. Dari laporan itu, pada 18 Maret 2018, Disnakertrans menindaklanjuti koordinasi dengan Bagian Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri.

“Keluarga didampingi kepala desa setempat melapor jika TKI atas nama Parinah tidak pulang selama 18 tahun dan putus komunikasi sejak 2004,” kata Agus, Senin (9/4/2018).

Prinah yang sudah dibebaskan dari sekapan majikannya akan segera diterbangkan ke Indonesia. KBRI di London sudah menyiapkan penerbangan Garuda Indonesia ke Jakarta untuk Parinah, warga Indonesia asal Banyumas, Jawa Tengah itu.

Suasana hati Parinah, TKI asal Banyumas, Jawa Tengah, campur aduk menjelang kepulangannya ke Indonesia. Parinah, 49 tahun, tak bisa menepis kesedihannya pulang ke kampung halaman tanpa membawa uang hasil kerjanya selama 18 tahun.

“Perasaan saya seneng dan sedih. Senang karena mau bertemu keluarga dan anak-anak. Campur aduk, sedih karena tidak punya uang,” kata Parinah di Bandar Udara Internasional London Heathrow, dalam wawancara kepada media melalui bantuan staf KBRI London, Rabu, 11 April 2018 lalu.

Baca Juga: Merepost Unggahan Foto Yulia Mochamad Video Call dengan Pria, Anak Kandung Opick; “Mirip Ayah ya tan”

Parinah pun menceritakan pengalamnya selama disekap oleh majikannya di London. Sebagai asisten rumah tangga setiap hari bekerja mulai pukul 7.30 pagi. Dia mengerjakan apa saja yang ada di dalam rumah, bersih-bersih hingga ke area luar rumah. Setiap hari Minggu, Parinah diminta membantu membersihkan rumah anak majikan yang perempuan selama 3 jam sampai 4 jam.

Untuk bisa mendapatkan pertolongan, Parinah nekad pagi-pagi ke kantor pos saat majikan terlambat bangun tidur. Tindakan itu dilakukannya secara sembunyi-sembunyi karena selama bekerja, Parinah tidak pernah dizinkan keluar rumah sendirian dan berkomunikasi dengan keluarga.

Kebetulan, lokasi rumah majikan Parinah dekat dengan kantor pos. Surat-surat Parinah kepada keluarga ini, lalu diteruskan ke Kementerian Luar Negeri di Jakarta hingga upaya pembebasannya dilakukan oleh KBRI London dan kepolisian Sussex, Inggris.

Leave a Reply