Dua Bulan Tinggal Bersama Hingga Dicabuli, Seorang Gadis Baru Lapor Polisi Setelah Sadar Kekasihnya Adalah Wanita

0
150

Berita Gaya.com – Jakarta– Seorang wanita bernama Ana Widiastuti alias Bintang (24) asal Lampung dibekuk polisi usai dilaporkan atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Adapaun korban ialah AWP (16) yang tak lain adalah pacar sesama jenis pelaku. Tak hanya melakukan pencabulan, belakangan diketahui jika pelaku juga mengelabuhi korban dengan mengaku sebagai laki-laki.

Mulanya, pelaku dan korban berkenalan ketika ada acara hajatan di kediaman korban. Saat itu pelaku tidak mengatakan jika dirinya adalah seorang perempuan, bahkan pelaku memperkenalkan diri sebagai Ryan Febriyansah. Keduanya lantas menjalin hubungan asmara sejak Februari 2018 dan tinggal bersama dengan mengontrak sebuah rumah di Way Dadi, Sukarame.

Selama tinggal bersama, pelaku dan korban sering melakukan hubungan layaknya suami istri. Lama tinggal bersama, korban pun mulai mencurigai jika kekasihnya bukan laki-laki tulen. Korban kemudian mengadukan kecurigaan tersebut kepada kedua orang tuanya yang kemudian melaporkan pelaku ke Polresta Bandar Lampung.

Baca Juga: Mengejutkan! Dihina dengan Kata-kata Kasar di Twetter, Begini Balasan Gibran Putra Sulung Jokowi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyono mengatakan, pelaku ditangkap setelah ada laporan dari orangtua korban. Nomor perkaranya LP/B/1275/III/2018/LPG/Resta Balam tertanggal 15 Maret 2018. “Kami telah mengamankan seorang perempuan yang mengaku menjadi laki-laki dan telah melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang perempuan di bawah umur,” ungkap Harto, Selasa (27/3/2018).

Harto menjelaskan, selain mengelabui korban, Ana Widiastuti alias Ryan ternyata juga menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan kontrakan rumah di Way Dadi, Sukarame.

“Ini yang digunakan pelaku untuk mengontrak rumah adalah identitas palsu. Dan ada buku akta nikah atas nama Ryan Febriansyah, warga Kotabumi, yang dicoret pelaku,” ujarnya.

Diakui pelaku jika ia sengaja membuat akta nikah palsu supaya seolah telah menikahi korban AWP, padahal tidak. Mengingat korban masih di bawah umur, maka pelaku bisa diancam Pasal 22 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun atas perbuatannya ini.

Leave a Reply