Tak Penuhi Syarat Maju di Pilkada Sumut, JR Saragih Justru Jadi Tersangka Pemalsuan Legalisasi Ijazah

0
59

Berita Gaya.com – Jakarta– Niat hati mengikuti pemilihan calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih justru ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan legalisasi ijazah. Dengan dijadikannya JR Saragih sebagai tersangka, semakin sulit pula peluangnya untuk berkompetisi di Pilkada Sumut.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Andi Rian mengatakan, JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen saat mendaftar menjadi bakal calon gubernur Sumatera Utara.

“Penyidikan dimulai dari pernyataan bahwa dinas pendidikan DKI yang mengeluarkan legalisasi dan tanda tangan, akhirnya diketahui dokumen tersebut palsu. JR Saragih melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 184 tentang Pemilihan Kepala Daerah, ancaman hukumannya enam tahun penjara,” kata Andi, Kamis malam.

Baca juga: Puluhan Nasabah BRI Kehilangan Saldo Rekening Secara Misterius, Benarkan Dibobol Sindikat Luar Negeri?

JR Saragih awalnya mencalonkan diri di Pilkada Sumatera Utara sebagai calon wakil gubernur, dengan pasangannya sebagai calon Gubernur yakni Ance Selian. Namun, Ketua KPUD Sumut Mulia Banurea mengatakan, JR Saragih tidak melengkapi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. Berdasarkan peraturan yang ada, JR Saragih pun tidak dapat ditetapkan sebagai pasangan calon.

Atas keputusan KPUD Sumut, JR Saragih pun lantas melakukan gugatan ke Bawaslu. Bawaslu Sumatera Utara pun mengabulkan permohonan JR Saragih atas gugatan terhadap KPU Provinsi Sumatera Utara terkait legalisasi fotokopi ijazah SMA itu. Pengabulan permohonan tersebut pun menjadi angin segar untuk JR Saragih dan team.

Tak berlangsung lama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara kembali menyatakan pasangan JR Saragih- Ance Selian yang diusung Partai Demokrat, PKB dan PKPI, tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai peserta Pemilihan Gubernur Sumut 2018. Keputusan ini dibacakan dalam penyampaian berita acara hasil keputusan rapat pleno lima komisioner KPU Sumut, Kamis (15/3/2018) kemarin.

Salah satu komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga, membacakan berita acara keputusan hasil pleno Nomor: 95/PL.03-BA/12/BA/Prov/III/2018 tentang hasil pelaksanaan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Nomor: 01/PS/BWSL.SUMUT.02.00/II/2018 tanggal 3 Maret 2018 di hadapan Ance Selian, Sekretaris Tim Pemenangan JR-Ance, Ronald Naibaho dan para simpatisannya.

“Keputusan kami tidak berbeda dengan keputusan sebelumnya yakni status JR Saragih tetap tidak memenuhi syarat (TMS). KPU Sumut tetap mengacu pada putusan Bawaslu Sumut yang memutuskan yang dilegalisasi ulang adalah fotokopi ijazah, bukan Surat Keterangan Pengganti Ijazah atau SKPI, seperti yang dilegalisasi JR Saragih,” kata Benget, Kamis (15/03/18).

Leave a Reply