Ketahuan Bohong, Ternyata Ini Motif Memilukan Marbut Masjid Merekayasa Dirinya Dianiaya

0
106

Berita Gaya.com – Jakarta– Seorang lelaki berinisial UY yang bekerja sebagai marbut (penjaga masjid) di Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, ditetapkan sebagai tersangka atas rekayasa penganiyaan terhadap dirinya sendiri. UY diketahui telah berpura-pura mengalami penganiyaan akibat dikeroyok sejumlah orang di dalam masjid.

Sebelumnya ramai diberitakan di media sosial terkait penganiayaan marbut masjid di Garut yang terjadi pada Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 04.20 WIB. Korban mengaku dianiaya oleh lima orang. Berdasarkan pemberitaan yang beredar, terlihat kondisi marbut Masjid dalam keadaan terikat kaki dan tangannya, mulutnya disumpal mukena, sedang sebagian bajunya robek.

Baca Juga: Miris! Para Pimpinan ‘The Muslim Cyber Army’ Penyebar Hoax Ditangkap, Salah Satunya Adalah Dosen

Polisi pun tak luput mendapat laporan atas kejadian tersebut. Akhirnya, polisi mendatangi lokasi kejadian perkara untuk melakukan pra rekonstruksi, namun hasilnya tidak ditemukan adanya bukti luka di tubuh korban UY. Patroli polsek setempat tidak menemukan ada orang atau saksi dan kendaraan di sekitar kejadian. Sedangkan robekan pada baju UR, menurut pihak kepolisian, dilakukan dengan sengaja. Dari situlah rekayasa penganiyaan itu akhirnya terungkap.

Polisi pun akhirnya menetapkan UY sebagai tersangka atas rekayasa penganiyaan yang dialaminya. Melalui hasil pemeriksaan terhadap tersangka, terungkaplah motif memilukan dibalik rekaya yang UY lakukan. Tersangka mengaku terpaksa berbohong dan merekayasa penganiayaan terhadap dirinya lantaran ingin mendapat uang demi membelikan anaknya mesin bubut yang sudah lama didam-idamkan.

“Malam habis isya, saya enggak bisa tidur karena banyak kebutuhan. Lagi pula anak saya mempunyai cita-cita membeli mesin bubut untuk kerja di jalan, tapi saya enggak punya uang,” tutur UR dalam rilis ungkapan rekayasa penganiayaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Leave a Reply