Sadis! Teryata Begini Motif Dibalik Pembunuhan Satu Keluarga di Tanggerang

0
69

Berita Gaya.com – Jakarta– Pembunuhan sadis yang dialami satu keluarga di Perumahan Taman Kota Permai Periuk, Tanggerang, Selasa (13/2/2018) kemarin memang masih meninggalkan duka yang mendalam. Tak disangka, pelaku dari aksi keji pembunuhan tersebut tak lain ialah suami salah satu korban sendiri.

Titin Suhaema (40) serta dua anaknya Nova (19) dan Tiara (11) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tikaman dibeberapa tubuhnya. Sementara Mukhtar Effendi alias Pendi (60) selaku suami sekaligus ayah tiri korban ditemukan sekarat dengan beberapa luka tikaman pula di rumah yang sama di lokasi berbeda. Pendi yang kondisinya tengah kritis dan dirawat di RS Polri Kramatjati Jakarta Timur pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan keluarganya sendiri.

Pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga tersebut tidak diketahui tetangga sekitar. Namun tetangga mengetahui tersangka dan Ema sempat cek-cok selama tiga hari sebelum pembunuhan itu terjadi. Pembunuhan sendiri baru diketahu setelah tetangga menemukan jasad ketiga korban pembunuhan ibu dan anak itu pada Selasa, pukul 16.00.

Polisi yang menangani kasus pembunuhan sadis satu keluarga ini pun berhasil mengungkap motif dibalik pembunuhan yang dilakukan Pendi terhadap keluarganya sendiri. Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan motif pembunuhan itu karena pelaku kesal terhadap istri sirinya. Pendi marah karena Ema meminjam sewakan mobil kepada saudaranya tanpa memberitahu dirinya.

“Tersangka kesal karena istrinya tidak memberitahu adanya jual beli mobil yang kemudian dipinjamkan kepada saudara Ema,” kata Harry di lokasi tempat kejadian perkara di Perumahan Taman Kota Permai Periuk Kota Tangerang, Selasa, 13 Februari 2018.

Usai membunuh istri dan kedua anak tirinya, Pendi pun mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ia menikam tubuhnya sendiri dengan pisau hingga dirinya kritis. Tersangka masih di rawat di RS Polri Kramatjati Jakarta Timur pun dalam pengawasan ketat anggota kepolisian. “Dijaga ketat, yang kami fokus adalah pemulihan kesehatan tersangka. Saat ini lebih detil belum kami dapatkan karena masih lemas,” kata Harry.

Leave a Reply