Hanya Tahu dari Media, Berani Kritik Pemerintah Soal Asmat, Zaadit Dapat Nasihat Menohok di Mata Najwa

0
108

Berita Gaya.com – Jakarta– Zaadit Taqwa yang namanya mencuat ke publik usai acungkan kartu kuning ke Jokowi akhirnya diundang di acara Mata Najwa. Zaadit pun mendapat nasihat menohok dari politisi Adian Napitupulu atas tindakannya mengacungkan kartu kuning mengatasnamakan nasib masyarakat di Asmat.

Pada acara Mata Najwa yang berlangsung Rabu, (8/2/18) malam kemarin Zaadit menjadi salah satu bintang tamu. Tema malam itu adalah “Kartu Kuning Jokowi” sehingga para bintang tamu fokus membahas serba-serbi dibalik tindakan Zaadit mengacungkan kartu kuning kepada Jokowi, Jumat (2/2/18) lalu. Zaadit sendiri mengklarifikasi bahwa tindakannya tersebut atas nama mahasiswa, bukan atas kepentingan politik manapun.

Baca Juga; Balasan Menohok Menteri Susi Atas Cuitan Fadli Zon Justru Dibalas Promosi Buku

Zaadit mengatakan bahwa dirinya berani mengritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mengetahui kondisi Asmat lewat pemberitaan di media. Dari itu, ia mengatakan pemerintah lamban menangani persoalan di Asmat. Zaadit juga mengklaim mahasiswa selalu berada di garda terdepan membela rakyat. Rupanya pernyataan itu tak sepenuhnya menyakinkan seorang politisi yang ikuti bicara dalam program tersebut.

Politikus Adian Napitupulu menilai pernyataan Zaadit soal Asmat selama ini tidak memiliki legitimasi atau pengakuan moral yang kuat. Pasalnya sebelum melayangkan kritik, Zaadit belum mengetahui secara langsung apa yang terjadi di Asmat.

“Kalian kan calon pemimpin. Pemimpin siapa, pemimpin rakyat. Lalu siapa yang harus kalian kenali, ya rakyat itu. Dan mengetahui tentang rakyat tidak cukup dari membaca buku. (Seharusnya) cium aroma tubuhnya (rakyat), cium keringatnya, pahami penderita mereka, makan bersama mereka. Lalu baru kalian menjadi pemimpin yang lahir dari rahim rakyat itu sendiri. Kalau itu kalian lakukan sebelumnya, kartu kuningnya memiliki legitimasi sangat kuat. Sekarang jadi debatabel. Kartu kuning itu dasarnya apa. Oke bicara Asmat, udah ke sana? Belum. Perlu di ajak Presiden? Tak perlu! Nilai perjuangan itu dinilai dari perjuangan kita ke Asmat!” terang Adian,” demikan nasihat Adian Napitipulu atas sikap Zaadit mengacungkan kartu kuning.

Sejatinya nasihat Adian dimaksudkan agar Zaadit atau pun generasi selanjutnya tak hanya sibuk mengkritisi kinerja pemerintahan tanpa tahu langsung apa yang terjadi. Perlu adanya perenungan untuk dapat bersikap bijak kedepannya. Sebab mengkritik hal yang kebenarannya tidak diketahui sama saja dengan omong kosong.

Leave a Reply