Sindir Keras Aksi Ketua BEM UI Acungkan Kartu Kuning, Netizen: Terjun Dulu Baru Komplain

0
107

Berita Gaya.com – Jakarta– Aksi mengacungkan kartu kuning pada Presiden Joko Widodo yang dilakukan ketua BEM UI Zaadit Taqwa memang masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Akibat tindakan yang dinilai tidak menghormati Presiden tersebut kini banyak netizen yang membandingkan UI dengan UGM.

Seperti yang sudah diketahui publik, Jumat 2 Februari 2018 lalu Presiden Joko Widodo menghadiri acara Dies Natalis Ke-68 UI di Balairung, Depok, sebagai bentuk memberikan penghargaan kepada kampus “jaket kuning” atas sumbangsihnya kepada bangsa dan negara selama ini. Tanpa disangka, ditengah acara ketika Jokowi melakukan sambutan tiba-tiba ketua BEM UI, Zaadit, yang turut menghadiri acara mengacungkan “kartu kuning” untuk Presiden. “Kartu kuning” tersebut diacungkan sebagai bentuk kritikan terhadap masalah di dalam negeri khususnya isu gizi buruk di Asmat. Tindakan tersebut tentu tidak dibenarkan sehingga Zaadit langsung diamankan oleh pihak keamanan presiden.

Ramainya perbincangan mengenai tindakan Zaadit memicu netizen untuk berkomentar. Pasalnya, lima hari sebelum insiden “kartu kuning” terjadi kampus Universitas Gajah Mada ternyata sudah lebih dulu mengirim utusannya untuk terjun langsung ke Asmat, Papua, menangani permasalahan gizi buruk di sana. Artinya, sebelum Zaadit menyodorkan ‘kartu kuning’ ke presiden, kampus UGM sudah lebih dulu menerjunkan aksi nyata ke permasalahan gizi buruk di Papua. Akibatnya banyak netizen yang mengomentari tindakan Zaadit tersebut hanya sebatas ingin dipandang orang lain

Seorang pemilik akun @kikodedoUGM masuk ke Instagram Zaadit dan menulis komentar “UGM udah kesana duluan tu tong, ga pake heboh nyari rame biar ngetop kaya loe.”

“Contoh anak UGM terjun dulu baru komplen ke jokowi,” sahut akun @mike_sitorus .

Akun ini juga menulis, “Pak jokowi sendiri (melihat) itu hal rumrah bro tapi caranya memalukan anak2 UI, sdh direncanakan pake bawa peluit segala, pdhl rektor sdh atur BEM utk ketemu jokowi bkn begitu caranya.”

Meski dianggap sah sebagai salah satu bentuk kritis di negara yang demokrasi, tindakan Zaadit tidaklah tepat. Sebab semestinya menyampaikan aspirasi harus melihat tempat dan kondisi sekitar pula. Hal demikian patutnya dilakukan di luar tempat acara resmi.

Leave a Reply