Tak Siap Tanggung Jawab, Guru Agama Ini Lemparkan Pacar yang Hamil 7 Bulan Ke Sungai

0
153

Berita Gaya.com – Jakarta– Melakukan hubungan suami istri di luar nikah apalagi sampai hamil, maka wanitalah yang paling dirugikan. Hal tersebut kadang tak sampai dipikirkan oleh beberapa wanita yang mudah termakan  bujuk rayu pasangannya. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi, seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Solo, Jawa Tengah, nyaris terbunuh setelah dilemparkan dari atas Jembatan Kretek ke Sungai Opak di Bantul, Yogyakarta, oleh pacarnya sendiri lantaran dirinya hamil 7 bulan.

Sebelumnya, Tim SAR Parangtritis berhasil mengevakuasi Septiana (20) dari sungai Opak di bawah Jembatan Kretek Bantul, Senin, 29 Januari 2018, dini hari. Mahasiswi asal Dusun Gatak, Desa Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah tersebut diduga sengaja didorong pelaku yang tak lain adalah pacar korban sendiri berinisial AS dan seorang temannya berinisial YR. Septiana sendiri berhasil selamat dari maut setelah berpegangan pada ranting bambu dan kayu di bawah jembatan. Usai diamankan tim SAR, korban lantas dirawat di Puskesmas Kretek.

Sementara itu, polisi bertindak cepat dengan melakukan penyidikan terhadap kasus yang diduga sebagai rencana pembunuhan tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari warga sekitar dan korban, polisi pun kemudian melakukan pengejaran terhadap 2 orang terduga pelaku. Kedua pelaku ternyata masih berstatus mahasiswa, bahkan AS (20) yang juga kekasih korban tercatat pula sebagai Guru Agama di salah satu SD di Klaten.

Kedua pelaku yang diburu polisi dan sempat kabur menuju Jakarta pun akhirnya menyerahkan diri di Mapolsek Ajibarang, Banyumas yang kemudian dibawa ke Mako polres Bantul untuk ditangai kasusnya. Kepada pihak kepolisian, AS mengaku dirinya belum siap untuk bertanggung jawab atas janin yang dikandung korban, Septiana. Sehingga mengupayakan percobaan pembunuhan, dengan cara mendorong tubuh korban ke sungai Opak dari atas jembatan Kretek, Bantul.

“Saya belum siap tanggung jawab,” ujar AS sembari tertunduk, saat dimintai keterangan di Mapolres Bantul, Selasa (30/01/2018)

AS juga mengakui bahwa dirinya mengetahui kehamilan sang pacar sejak usia kandungannya 3 bulan. Ia pun sempat mencoba menggugurkan kandungan pacarnya tersebut sebanyak empat kali, namun hasilnya nihil. Kandungan sang pacar tak juga gugur hingga akhirnya ia merencanakan pembunuhan tersebut.

Leave a Reply