Sangkal Perawatnya Suntik Mayat, Begini Klarifikasi Kronologi Versi RS Siti Khodijah

0
126

Berita Gaya.com – Jakarta– Video viral keluarga pasien mengamuk kepada dokter dan perawat Rumah Sakit Siti Khodijah di Kecamatan Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat klarifikasi dari pihak rumah sakit bersangkutan. Pihak rumah sakit menyangkal semua tuduhan keluarga pasien yang menyatakan perawat melakukan penyuntikan pada pasien yang sudah menjadi mayat.

Mengenai video yang terlanjur viral di media sosial tersebut, kuasa hukum Rumah Sakit Siti Khodijah, Masbuhin menyampaikan, bahwa video yang beredar tersebut berita hoax. Selain itu mengenai isu tentang perawat yang menyuntik mayat, pihaknya memberikan penjelasan berupa kronologi lengkap menurut versi rumah sakit bersangkutan sebagai berikut:

Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang pada tanggal 20 Desember 2017 lalu, sekitar jam 04.54 WIB telah menerima pasien atas nama Ny.S (Supariyah), umur 67 tahun, beralamat di Jl.Suningrat 14 Sidoarjo. Pasien yang dirawat di IGD tersebut mengalami keluhan pusing, mual, nyeri perut dan tidak mau makan. Terhadap keluhan pasien, telah dilakukan tindakan dan terapi oleh dokter, dan pasien dinyatakan untuk diperbolehkan pulang.

Pasien kemudian datang lagi ke rumah sakit dan masuk IGD pada jam 12.47 WIB dengan keluhan sebagai berikut: pasien mengalami lemah pada anggota gerak kanan, nyeri kepala dan muntah. Atas keluhan pasien tersebut, pasien menjalani berbagai serangkaian perawatan dan tindakan medis dari dokter rumah sakit. Sejak pasien masuk ke IGD yang kedua ini, yaitu sekitar jam 12.47 pada tanggal 20 Desember 2017 sampai dengan tanggal 21 Desember 2017, jam 22.40 WIB. Kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter sekitar pukul 23.00 WIB, akibat cardiac arrest (serangan jantung).

Terhadap tulisan yang sedang viral, yang mengatakan kalau perawat telah menyuntik mayat, adalah berita hoax dan isu yang memang sejak awal dibuat oleh ‘seseorang’ secara sistematis, massif dan terstruktur dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik Rumah Sakit dan Dokter yang merawat.

Baca Juga; Viral! Telat Tangani Pasien, Keluarga Mengamuk Perawat Suntik Mayat

Bahwa pada pukul 22.00 WIB, perawat membangunkan pasien yang sudah tidur untuk tujuan diberikan injeksi obat Vomceran dan OMZ. Di mana sebelum injeksi dilakukan, perawat terlebih dahulu melakukan pemeriksaan nadi pasien, pernapasan, dan lainnya.

“Saat itu kondisi pasien normal, karena nafas teratur dan denyut nadi kuat,” terang Masbuhin pada Senin (29/1).

Baru pada pukul 22.20 WIB, Dokter Hamdan melakukan visit dan pemeriksaan pasien setelah injeksi yang dilakukan perawat tersebut. Dalam pemeriksaan diketahui nadi pasien 74X/ menit, S1 S2 tunggal Rh, Wh dan CVA infrak.

Bahkan, saat pemeriksaan yang dilakukan Dokter Hamdan terhadap pasien tersebut masih hidup, dan keluarga sendiri juga sudah mengetahui. Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, Dokter Hamdan meninggalkan pasien untuk melakukan visit ke pasien lainnya dan kembali ke ruang perawat sekitar pukul 22.45 WIB.

Dari situ, di waktu yang sama, keluarga pasien menghubungi perawat, supaya untuk dilakukan pemeriksaan. Perawat kemudian kembali ke kamar pasien, untuk melakukan pemeriksaan.

“Dalam pemeriksaan ini, Sp02 tidak muncul, tensi tidak terukur, nadi tidak teraba, lalu perawat melaporkan ke Dokter Hamdan. Saat itu juga langsung dilakukan penanganan, memeriksa pasien dan melakukan pijat jantung,” katanya.

“Akan tetapi, tidak menyelamatkan jiwa pasien, dan pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.000 WIB, akibat cardiac arrest (serangan jantung),” pungkas dia.

Leave a Reply