Sama-sama Orang Penting, Begini Kronologi Lengkap Tewasnya Fernando Wowor Ditangan Oknum Brimob

0
175

Berita Gaya.com – Jakarta– Penembakan yang menewaskan korban Fernando Wowor tampaknya masih ramai menjadi perbincangan publik. Laki-laki tampan yang masih berstatus mahasiswa sekaligus kader partai Gerindra ini tewas tertembak senjata api milik seorang anggota kepolisian berinisial AR dari Satuan Brimob berpangkat Brigadir Satu (Briptu).

Adapun kronologi kejadian yang menewaskan korban bermula ketika Fernando Wowor (26) terlibat cekcok dengan pelaku Briptu AR. Pada hari Sabtu (20/1/2018) pukul 02.00 WIB dini hari, korban dan tersangka berpapasan di sebuah klub malam yang berada di Jalan Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor. Fernando menaiki mobil bersama ketiga temannya yang lain dan hendak masuk ke area parkiran klub, sedangkan disaat yang bersamaan Briptu AR berboncengan naik motor hendak keluar dari lokasi. Saat saling berpapasan di tempat parkir tersebutlah terjadi percekcokan lantaran keduanya tidak mau saling mengalah. Percekcokan berlanjut menjadi keributan dimana kemudian Briptu AR lantas berupaya mengeluarkan senjata api miliknya. Disitu terjadilah perebutan senjata antara Fernando dan Briptu AR hingga tiba-tiba terdengar suara letusan yang mengenai dada Fernando.

Mengetahui hal tersebut, teman-teman Fernando langsung mengeroyok Briptu AR hingga pelaku terluka parah. Fernando yang mengalami luka tembak pun langsung dilarikan ke RS Vania Bogor untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, salah satu pengawal ketua umum partai Gerindra itu meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Sementara, Briptu AR sendiri masih dirawat di RS Kramatjati, Jakarta, dengan kondisinya kritis usai dikeroyok oleh teman-teman Fernando.

Mengingat kedua orang yang terlibat dalam masalah ini sama-sama membawa nama besar, yaitu Gerindra dan Korps Brimop kasus ini pun ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian. Seperti diketahui, Fernando Wowor merupakan salah satu kader dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang notabene merupakan orang penting di Indonesia. Demikian pula dengan Briptu AR yang menyandang pangkat membawa nama Korps Brimop. Polisi yang mengusut kasus ini juga akan menyelidiki senjata api yang digunakan oleh Briptu AR untuk menembak korban serta menindak tegas atasannya yang ceroboh mengawasi anak buahnya.

Leave a Reply