Drama Kecelakaan Setya Novanto Terbongkar, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Jadi Tersangka

0
104

Berita Gaya.com – Jakarta– Kasus korupsi E-KTP yang menyeret nama Setya Novanto sebagai tersangka tampaknya memasuki tahapan baru. Setelah diselingi berbagai drama Setya Novanto sakit hingga lupa ingatan untuk menghindari panggilan pemeriksaan KPK, nama-nama yang diduga turut membantu drama tersebut pun kini ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagaimana diketahui publik, Setya Novanto pernah lolos dari panggilan pemeriksaan KPK lantaran insiden kecelakaan mobil. Kecelakaan mobil terjadi pada Kamis malam, (16/11/17) yang menyebabkan Setya Novanto terpaksa dirawat di RS Medika Permata Hijau. Kala itu, menurut Fredrich Yunadi selaku pengacara Setya Novanto, kecelakaan yang terjadi membuat mobil hancur dan kepala SN benjol sebesar bakpao hingga nyaris game over. Pernyataan serta kondisi kesehatan SN saat itulah yang diduga merupakan sebuah rekayasa yang sengaja dilakukan SN beserta tim untuk menghindari panggilan pemeriksaan KPK atas kasus korupsi E-KTP yang menjeratnya.

Benar saja, Setelah memeriksa 35 saksi dan ahli, KPK mengaku mendapat bukti skenario pihak Setya Novanto. Mereka yang diduga terlibat dalam rekayasa SN kecelakaan itu pun kini ikut dijadikan tersangka.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sudah memesan  lebih dulu kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau sebelum mantan Ketua DPR itu masuk untuk dirawat. Bahkan, KPK menduga Fredrich berencana memesan 1 lantai kamar perawatan di rumah sakit yang terletak di kawasan Jakarta Selatan itu.

Sebelum Novanto dirawat di RS tersebut, KPK juga menduga Fredrich sudah datang terlebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak di RS tersebut, bahwa Novanto akan dirawat pukul 21.00 WIB. Padahal KPK menyebut, saat itu belum diketahui Novanto sakit apa.

Dalam kasus ini, Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Leave a Reply