Digugat Cerai Ahok, Veronica Tan Diduga Selingkuh dengan Pria Ini

0
218

Berita Gaya.com – Jakarta– Kabar gugatan cerai yang dilayangkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Tjahaja Purnama atau Ahok kepada Veronica Tan memang cukup mengejutkan publik. Pasalnya Veronica selama ini adalah istri yang setia mendampingi Ahok dalam situasi apa pun. Isu adanya pihak ketiga sebagai penyebab keretakan rumah tangga keduanya pun lantas berhembus luas.

Surat gugatan cerai yang dilayangkan Ahok kepada sang istri sendiri telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018). Ahok menunjuk Law Firm Fifi Lety Indra & Partners sebagai kuasa hukumnya dalam kasus itu.

Banyak masyarakat yang tidak percaya dengan pemberitaan gugatan cerai tersebut. Namun demikian, Fifi selaku kuasa hukum Ahok membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa Ahok telah mempertimbangkan dengan matang mengenai sikapnya menggugat cerai sang istri. Tetapi, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara gamplang apa yang menjadi alasan gugatan tersebut dilakukan.

Nama Julianto Tio yakni pendiri PT Tio Niaga Jaya kemudian ramai disebut-sebut sebagai orang yang dekat dengan Veronica. Bahkan sebuah foto dalam chat pribadi seseorang yang membahas isu peselingkuhan Veronica dengan Tio pun beredar luas di masyarakat. Perselingkuhan yang terjadi diantara keduanyalah yang diduga membuat Ahok tidak dapat mentolerir sang istri sehingga perceraian dianggap sebagai jalan satu-satunya. Kendati demikian, belum ada satu pihak pun yang membenarkan isu perselingkuhan tersebut.

Lepas dari berbagai isu penyebab gugatan cerai tersebut, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jootje Sampaleng mengkonfirmasi bahwa meski sudah mengajukan gugatan cerai, kedua belah pihak harus hadir pada mediasi sebelum sidang perceraian. Sehingga, masih ada kemungkinan untuk kedua belah pihak rujuk kembali menjadi suami istri.

“Penggugat harus datang bagaimana caranya. Dia sudah punya kuasa mewakili kepentingan penggugat, namun pada saat mediasi penggugat wajib hadir itu berdasarkan PERMA (Peraturan Mahkamah Agung) nomor 1 tahun 2016,” kata Jootje.

Leave a Reply