Olimpiade 2020 Tokyo Bakal menggunakan Teknologi Pemindai Wajah

0
120

TOKYO – Teknologi pemindai wajah kini menjadi sesuatu yang tak lagi asing. Pasalnya teknologi tersebut telah diaplikasikan pada beberapa smartphone.

Teknologi otentikasi canggih itu pun kabarnya akan diaplikasikan di dunia olahraga. Panitia Olimpiade 2020 Tokyo dilaporkan tengah mempertimbangkan teknologi tersebut.
Mereka juga berkeinginan untuk menggunakan teknologi pemindai wajah dalam skala besar dalam ajang olimpiade global, sebagaimana dikatakan kepada Japan Times.

Dikembangkan oleh NEC, panitia mengatakan sistem pemindai wajah akan membantu keamanan atas kartu identitas palsu atau dicuri. Selain itu, teknologi tersebut juga dinilai mampu mempercepat arus lalu lintas atlet, pejabat, dan awak media ketika memasuki berbagai lokasi.

Sistem tersebut diperkirakan akan mengelola hingga 400.000 orang, sekaligus menandai adopsi teknologi pemindai wajah terbesar yang pernah ada di olimpiade.

Untuk mengatur sistem, foto wajah akan didimpan di database sehingga teknologinya bisa membandingkannya dengan wajah asli atlet dan pihak lainnya ketika mereka tiba di lokasi.

Olimpiade Tokyo sendiri masih akan berlangsung dua tahun lagi. Teknologi itu diharapkan tengah disempurnakan melalaui pengujian untuk mencegah antrean di gerbang yang berpotensi membuat pertandingan agak tertunda. Hal ini juga cukup membuat atlet tidak nyaman dalam mempersiapkan dirinya untuk bertanding.

NEC telah mengembangkan teknologi pengenalan wajah selama bertahun-tahun. Pada 2014, NEC merilis sebuah sistem yang disebut NeoFace yang membantu Departemen Kepolisian Chicago melacak seorang tersangka kriminal.

NeoFace menganalisis wajah dalam rekaman keamanan live-streaming dan mencari wajah-wajah identik di database-nya kemudian memberi tahu pihak berwenang. Disisi lain beberapa pihak mengkhawatirkan akan privasi seseorang jika teknologi pemindai wajah juga diterapkan di olimpiade. Demikian seperti dilansir Digital Trends, Rabu (27/12/2017).

Leave a Reply