Bejat! Puluhan Tahun Ayah Kandung Jadikan Anaknya Budak Seks Hingga Alami Gangguan Mental

0
397

Berita Gaya.com, JAKARTA- Sungguh malang nasib seorang gadis asal Sulawesi berikut ini. Selama kurun waktu 20 tahun, ia menjadi budak seks kebiadaban ayah kandungnya sendiri hingga alami gangguan mental.

MP, wanita yang kini sudah berusia 30 tahun menderita gangguan mental. Hal tersebut diduga kuat lantaran ia tertekan menjadi pelampias nafsu sang ayah kandung, Daeng Tuba (73). Pemerkosaan yang dilakukan sang ayah diduga telah berlangsung selama puluhan tahun. Parahnya aksi itu dengan mulus dapat ditutupi oleh Daengsehingga tidak ada pihak lain yang mengetahuinya.

Untunglah ketika Daeng melancarkan aksinya menodai sang putri untuk kesekian kalinya, aksi tersebut terpergok oleh sang istri. Ketika itu, istri Daeng Taba, PJ (70) yang baru pulang dari kebun langsung masuk ke dalam rumah, ia mendapati anaknya disetubuhi oleh ayahnya sendiri di ruang televisi. Daeng Taba yang terpergok lantas buru-buru memakai celananya dan menggunakan pakaian untuk menutupi alat kelamin anaknya. Bukannya mengakui kesalahannya, lelaki tua tersebut justru marah dan menampar istrinya.

(Reka ulang adegan)

PJ kemudian membawa anaknya, MP, pergi dari rumah. Ia menginap selama beberapa hari di rumah kerabatnya, hingga akhirnya memberanikan diri melapor ke pihak kepolisian. Kasus tersebut pun langsung ditangani oleh pihak kepolisian Kabupaten Maros.

MP yang kondisinya memprihatinkan juga mendapat perlindungan dan pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Maros karena gangguan mental yang dialaminya.

Menurut keterangan Iptu Kasmawati selaku ketua Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, korban pertama kali mendapatkan pelecehan seksual dari sang ayah saat MP masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD). Kala itu, ia masih masih berusia sembilan tahun. Sehingga sudah tidak terhitung berapa kali Daeng Tuba memperkosa anaknya tersebut.

Selain pemerkosaan, MP juga kerap kali mendapat kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, hingga ancaman akan dibunuh. Itu semua diperoleh MP bila tak menuruti keinginan ayahnya atau melapor kepada orang lain. Hal tersebut yang membuat aksi bejat Daeng Tuba tidak pernah diketahui. Kini pelaku harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Maros. Pelaku akan dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Leave a Reply