Main Hakim Sendiri, Dua Sejoli yang Digerebek dan Ditelanjangi Warga Alami Trauma

0
163

Berita Gaya.com, JAKARTA- Sebuah video yang memperlihatkan penggerebekan sepasang kekasih oleh warga kembali viral di jagad maya. Kedua sejoli yang digerebek warga tersebut diarak warga dengan keadaan telanjang tanpa busana. Keduanya diduga telah melakukan tindakan mesum di kamar kos milik sang wanita.

Video-video penggerebekan yang disertai dengan penganiayaan yang terjadi di Cikupa, Kabupaten Tangerang tersebut sudah tersebar luas. Banyak pemberitaan yang memberitaan bahwa keduanya tertangkap sedang mesum. Namun, kronologi sebenarnya tidak sesuai dengan pemberitaan yang telah beredar.

Meski dalam video yang viral tersebut keduanya tampak telanjang. Namun awal mula kejadian tidak sesuai yang diberitakan. Diketahui kedua sejoli yang diarak warga tersebut ialah Rian (28) dan Mia Aulina (20). Saat penggerebekan terjadi, keduanya masih dalam keadaan berpakaian lengkap. Awalnya si pria datang ke kosan di wanita hanya untuk mengantarkan makanan namun tiba-tiba warga menggerebek mereke dan melakukan pengancaman serta penganiayaan.

Kedua sejoli tersebut diacam mengaku telah melakukan tindakan mesum. Warga pun menarik dan melucuti pakaian keduanya hingga si pria dalam video tersebut benar-benar telanjang tanpa pakaian. Sementara si wanita hanya mengenakan kaus berwarna biru dan celana dalam. Tidak sampai disitu saja, warga yang main hakim sendiri juga sempat melakukan pemukulan kepada keduanya.

“Dua-duanya pakai baju. Digedor orang, ditarik bajunya, dibuka oleh oknum itu,” kata Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif.

Akibat penggerebekan serta penganiayaan tersebut kedua korban mengalami guncangan sehingga menyebabkan trauma berat. Keduanya juga mengalami stres akibat videonya disebar luaskan warga melalui media sosial secara luas. Karenanya Pihak Kepolisian yang menangani kasus ini juga meminta bantuan Psikolog untuk memulihkan keadaan keduanya.

“Tim psikologi dan psikiater sudah kami siapkan untuk memberikan pemulihan kondisi kejiawaan korban,” kata Sabilul, lewat WhatsApp, Senin (13/11/2017).

Leave a Reply