Sembarangan Posting Status di FB, Pria Ini Dipolisikan

0
127

Berita Gaya.com, JAKARTA- Media sosial di era sekarang ini bukan lagi dianggap sebagai hal baru. Banyak orang dengan mudah mengakses dan menggunakan media sosial untuk berbagai hal. Bahkan anak-anak pun sudah mahir menggunakan media sosial.

Jika masyarakat dapat dengan bijak menggunakan media sosial sebenarnya banyak keuntungan yang dapat diambil. Media sosial dapat dijadikan media untuk usaha menawarkan barang atau jasa. Sayangnya tidak semua memiliki inisiatif, modal, dan keahlian yang cukup untuk menggunakan media sosial.

Kebanyakan orang menggunakan media sosial hanya untuk mengekspost kehidupan pribadinya sendiri. Namun tak jarang banyak yang kebablasan menggunakannya sehingga melanggar batas yang seharusnya.

Beberapa kasus hukum akibat penyalahgunaan media sosial banyak terjadi. Misal, kasus Jonru F Ginting yang saat ini resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebar ujian kebencian. Bukannya memanfaatkan sosial media untuk hal bermanfaat dan bernilai positif, pria tersebut justru sibuk menebar kebencian dengan beberapa postingannya di media sosial.

Baca Juga; Sibuk Menebar Ujaran Kebencian, Jonru F Ginting Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Terbaru, Polres Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menangkap seorang pria berinisial SM (27) lantaran ia menyebut orang Baubau sebagai PKI. Kalimat itu ia lontarkan di akun Facebook pribadinya dengan nama Deni Deniz. Status tersangka dikeluarkan setelah polisi meminta keterangan ahli bahasa untuk mendalami kalimat yang SM posting.

Setelah menetapkan pelaku sebagai tersangka, polisi kini terus mendalami motif pelaku mengunggah status yang diduga mengandung ujaran kebencian. Pasalnya, unggahan status SM di Facebook mengundang polemik. Polres Kota Baubau menyatakan pelaku terancam hukuman enam tahun penjara.

Banyaknya kasus yang sampai ke ranah hukum lantaran penggunaan media sosial secara tidak bijak seharusnya menjadi pelajaran bagi pengguna media sosial lainnya. Apapun yang hendak di posting atau pun dibicarakan sebaiknya tidak mencederai orang lain, berunsur provokasi ke hal yang tidak baik, apa lagi berisi ajakan untuk bertindak intoleransi.

 

Leave a Reply