Seorang Gadis Sengaja Diperkosa di Depan 14 Sesepuh Desa, Ini Alasannya

0
98

Seorang Gadis Sengaja Diperkosa di Depan 14 Sesepuh Desa, Ini Alasannya. Sebanyak 14 sesepuh sebuah desa di Pakistan ditangkap polisi setelah memutuskan seorang remaja perempuan diperkosa sebagai hukuman. Keputusan itu diambil setelah saudara laki-laki remaja itu dituduh memperkosa seorang anak perempuan berusia 12 tahun.

anak-ABG-diperkosa-600x330

Insiden tersebut terjadi pada awal bulan ini di kawasan Raja Ram di Muzaffarabad, provinsi Punjab, Pakistan.

“Sebuah dewan tetua desa memerintahkan gadis itu diperkosa sebagai hukuman,” kata perwira polisi setempat, Allah Baksh, Rabu (26/7/2017).

Kepolisian menjelaskan, saudara laki-laki korban terlebih dahulu dituduh memerkosa seorang anak perempuan.

Keputusan agar adik perempuan tersangka diperkosa sebagai bentuk hukuman muncul setelah keluarga bocah itu mendatangi dewan desa untuk melaporkan masalah tersebut.

Dewan desa akhirnya memutuskan, adik perempuan tersangka harus diperkosa kakak laki-laki korban pertama.

Berbagai laporan media Pakistan menyebut, akhirnya adik perempuan tersangka memang diperkosa di hadapan para tetua desa dan orangtua korban perkosaan yang pertama.

Dewan desa, yang beranggotakan para tetua desa, merupakan sebuah lembaga tradisional untuk menyelesaikan sengketa warga pedesaan Pakistan.

Dewan desa menjadi penting karena minimnya akses warga ke lembaga peradilan untuk menyelesaikan sengketa di antara mereka.

Namun, keputusan-keputusan kontroversial semacam ini sudah semakin tak populer di Pakistan dan mulai dinyatakan melanggar hukum.

JUDI ONLINE | JUDI BOLA ONLINE | JUDI BOLA | AGEN BOLACASINO ONLINE | ION CASINO | CASINO ONLINE INDONESIA
POKER INDONESIA

Pada 2002, sebuah dewan desa di Pakistan menjadi pembicaraan setelah memerintahkan agar seorang perempuan bernama Mukhtar Mai diperkosa beramai-ramai.

Keputusan ini diambil setelah kakak laki-laki Mai dituduh memerkosa seorang perempuan. Belakangan tuduhan terhadap kakak laki-laki Mai terbukti keliru.

Saat itu, Mai mengambil keputusan yang “tak lazim” diambil sebagian besar perempuan Pakistan.

Dia melaporkan para pemerkosanya ke kepolisian yang akhirnya menyeret mereka ke pengadilan.

Pengadilan memang membebaskan para pemerkosa Mai tetapi perempuan itu kemudian menjadi seoang aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan Pakistan.

JUDI ONLINE | JUDI BOLA ONLINE | JUDI BOLA | AGEN BOLACASINO ONLINE | ION CASINO | CASINO ONLINE INDONESIA
POKER INDONESIA

Leave a Reply